Tampilkan postingan dengan label Pengalaman adalah Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman adalah Ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2020

Jurus - jurus orang Cina jaman dinasti



Assalamu'alaikum......

Saya punya sedikit ilmu yang dipelajari dari orang-orang zaman dinasti di China bagaimana mereka berperang. Sebenarnya jika kita dapat memahami tiap kalimat ilmu ini tidak hanya digunakan untuk keperluan perang saja, tetapi di antaranya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Perdaya Langit untuk melewati Samudera. Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.
2. Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao. Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.
3. Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.) Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (kerana kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok pegawai musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
4. Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga. Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.
5. Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merompak sebuah rumah yang terbakar.) Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.
6. Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat. Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.
7. Buatlah sesuatu untuk hal kosong. Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah beraksi terhadap tipuan pertama dan – biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Lantarannya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
8. Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat Pas de Calais. Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
9. Pantau api yang terbakar dari seberang sungai. Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antara mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.
10. Pisau tersarung dalam senyum. Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahsia.
11. Pohon kecil berkorban untuk pohon besar. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.) Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.
12. Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.) Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
13. Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya. Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.
14. Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.) Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau satu cara yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke dalam kehidupan sehari-hari.
15. Permainkan harimau untuk meninggalkan sarangnya. Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Permainkan mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.
16. Pada saat menangkap, lepaslah satu orang. Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.
17. Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok. Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil.Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
18. Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya. Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah kepercayaan terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.
19. Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.) Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan dasarnya dan menyerang sumberdayanya.
20. Memancing di air keruh. Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.
21. Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.) Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus menyatukan kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.
22. Tutup pintu untuk menangkap pencuri. Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.
23. Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga. Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.
24. Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo. Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.
25. Gantikan balok dengan kayu jelek. Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah satu hal yang berlawanan dengan latihan standardnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang diperlukan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.
26. Lihat pada pohon marlberi dan ganggu ulatnya. Untuk mendisiplinkan, mengawal, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.
27. Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan harimau. (Bergaya bodoh.) Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Tipu lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.
28. Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.) Dengan umpan dan tipu muslihat mengacah musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.
29. Hias pohon dengan bunga palsu. Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.
30. Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat. Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
31. Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.) Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
32. Kosongkan benteng. (Perangkap psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan perangkap.) Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
33. Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.) Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
34. Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.) Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.
35. Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.) Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.
36. Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:“Jika seluruhnya gagal, mundur” – Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan persatukan pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!


Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Sun_Zi_Bingfa

Selengkapnya...

Sabtu, 06 Agustus 2011

Menuju Panggung Olimpiade

Assalamu'alaikum....

Saat masa-masa SMA, saya pernah mengemban tugas yang (mungkin) tidak semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama seperti saya. Saya adalah salah satu dari beberapa murid SMA N 1 Parung yang pernah berkelut di dunia olimpiade. Di sini saya tak bermaksud untuk menyombongkan diri ataupun mengharapkan pujian. Saya hanya ingin berbagi salah satu cerita masa SMA saya barangkali ada hal yang bisa diambil pelajaran.

Awal Perekrutan sebagai Peserta Olimpiade

Pada awal semester 2, sekitar awal bulan Februari, sekolah saya tercinta, SMAN 1 Parung, ikut dalam kegiatan olimpiade. Satu persatu siswa/i kelas X dan XI dipilih sebagai calon peserta perwakilan sekolah. Dari kelas saya, dipilihlah 4 siswa yang berpotensi sebagai peserta olimpiade, yakni Ilham Fauzi (awalnya kimia, tapi dipindah ke komputer), Bintang Putra Pratama (fisika), Septi Dini Balistikawati (biologi), dan saya sendiri, Fajar Nur Cahyo (biologi).
Saya sempat bingung ketika saya dicantumkan sebagai calon peserta olimpiade, apalagi di bidang biologi. Padahal, saat semester 1 saya lebih condong ke pelajaran matematika. Entah kenapa guru yang mengajar saya di bidang biologi memilih saya. Namun hal itu tidak terlalu saya hiraukan karena saya termasuk orang yang suka dengan hal yang baru.

Satu minggu setelah pengumuman calon peserta olimpiade, kami diberi tambahan materi sesuai dengan mata pelajaran yang akan kami hadapi masing-masing selama kurang lebih satu bulan. Pemberian materi dilaksanakan setelah pulang sekolah dan dilaksanakan secara terpisah antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain. Setelah satu bulan, diadakanlah tes untuk menyaring peserta yang akan maju sebagai perwakilan dari sekolah. Tes yang diberikan adalah soal-soal pilihan yang diambil dari soal try out kelas XII. Dari 40 soal yang saya kerjakan, saya hanya mampu menjawab 10 soal dengan benar.
Saya pikir hanya saya yang bisa menjawab benar paling sedikit, ternyata teman-teman saya justru memliki jawaban benar lebih sedikit dari saya. Wah, saya kaget sekali. Apalagi siswa lain yang juga sebagai calon peserta hanya mampu menjawab benar tidak lebih dari 9 soal. Teman saya yang bernama Ilham Fauzi juga lolos sebagai peserta perwakilan sekolah di bidang komputer. Jadi, dari kelas saya hanya saya dan Ilham Fauzi yang lolos menjadi peserta.

Dari tes tersebut, dipilihlah 2 perwakilan saja. Awalnya, saya akan berpasangan dengan teman kelas saya yang bernama Septi Dini Balistikawati sebaga perwakilan dari sekolah (soal yang dijawab benar olehnya 9 soal). Namun, guru pembimbing saya memasangkan saya dengan anak kelas XI (soal yang dijawab benar sebanyak 8 soal) dengan alasan anak kelas XI itu pernah ikut olimpiade biologi juga di tahun sebelumnya. Anak kelas XI itu saya panggil Teh Anis. Keesokan harinya, kami mulai mendapat pelajaran tambahan dengan mengambil jam KBM. Pemberian materi dilaksanakan hingga waktu ujian tiba, 15 April 2009.


Persiapan Menuju Hari H

Seperti yang telah disebutkan, kami belajar tiap hari dengan mengambil jam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) sampai tanggal 14 April 2009. Sistem belajarnya seperti belajar biasa: pemberian tugas, pembahasan, dan persiapan materi untuk pertemuan selanjutnya. Guru yang dipilih oleh sekolah adalah dari guru bidang studi dan para alumni yang pernah berkelut di dunia olimpiade.
Saya termasuk anak yang tidak bisa diam. Jadi, saya paling sulit untuk diajak belajar dengan serius. Biasanya saya menyelingi waktu belajar sambil bercanda. Teh Anis kadang ikut terlarut dalam candaan saya, tapi kalo lagi "dapet", bisa-bisa diceramahin. Hal inilah yang membuat Teh Anis heran, bagaimana caranya orang seperti saya bisa menjadi peserta olimpiade? Saya hanya menjawab bahwa tiap orang memiliki caranya masing-masing dalam mencapai sesuatu, dalam hal ini adalah menuntut ilmu. Cara belajarnya dengan saya memang sangat berbeda. Ia mengandalkan keseriusan dan ketelitian (yang menurut saya berlebihan). Walau begitu, kami tetap saling menghargai dan mengisi kekurangan satu sama lain.
Sayapun bersyukur, walaupun kami (saya dan Ilham Fauzi) sibuk dengan persiapan menuju olimpiade, teman-teman kami banyak yang mendukung, terutama teman-teman kelas kami. Saat kami merasa bahwa kami tertinggal pelajaranpun, teman-temanlah jua yang membantu kami.



Hari yang Telah Dinantikan

Akhirnya, hari yang telah dinanti telah tiba, Rabu, 15 April 2009. Kami berangkat dari SMA N 1 Parung pukul 07.15. Ketika itu, saya dan Oji (panggilan akrab untuk teman saya, Ilham Fauzi) sedang melakukan persiapan terakhir menjelang keberangkatan menuju SMA N 2 Cibinong, tempat diadakannya seleksi tingkat Kabupaten, teman-teman kelas kami sedang mendapat pelajaran olahraga di lapangan. Mereka mendukung kami dengan "sorakan" mereka yang khas hingga kami pergi meninggalkan SMA N 1 Parung dengan rombongan mobil sekolah.
Dalam perjalan, kami (saya dan peserta lain) benar-benar merasa demam panggung. Tidak ada perbincangan apapun diantara kami melainkan hanya sedikit gurauan. Kami terkadang makan makanan ringan yang telah disiapkan dari sekolah, hingga tak terasa kaki kami telah berpijak di SMA N 2 Cibinong. Kami tiba di SMA N 2 Cibinong sekitar pukul 08.10 WIB.
Sebelumnya, kami dikumpulkan ke beberapa stan berisi daftar hadir sesuai dengan bidang kami masing-masing. Di sana kami mengisi daftar hadir, setelah itu kami diberi semacam "ID Card" yang berbeda-beda sesuai bidang kami masing-masing. "ID card" tersebut harus diisi dengan nama dan asal sekolah. Setelah itu kami dikumpulkan di lapangan (di bawah naungan tenda) sambil mendengarkan acara sambutan yang dipimpin oleh Bupati Bogor saat itu, Bapak Rachmat Yasin.
Satu hal yang masih saya ingat dari nasihat beliau adalah, jadilah anak yang cerdas dan bermoral. Nasihat yang saya pikir mudah dikatakan namun cukup sulit untuk dilakukan. Faktanya, cukup banyak orang cerdas di dunia ini (bahkan kalo saya asumsikan, semua orang cerdas di bidangnya masing-masing) namun tidak sedikit pula yang menggunakan akalnya untuk keperluan sesaat namun menyisakan kepedihan untuk waktu yang lama dan berdampak luas.
Beberapa saat setelah acara pembukaan selesai, para guru yang mengantar kami mengajak kami semua berkumpul dan berdo'a demi kelancaran dalam mengisi soal dan kami diberikan apa yang terbaik. Setelah berdo'a, para guru menunggu di wilayah sekitar SMAN 2 Cibinong dan beberapa diantaranya kembali ke sekolah untuk melanjutkan tugas-tugasnya. Kami berpencar masuk ke kelas kami masing-masing. Saya tidak seruang dengan Teh Anis. Teh Anis berada di sebelah ruangan saya.



Hal yang Terpikirkan Saat Ujian
Saat saya masuk ruangan, masih banyak anak-anak yang sibuk menghafal pelajaran atau sekedar membaca saja untuk mengingat kembali. Saya tidak melakukan itu semua. Saya hanya sibuk menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam mengerjakan tugas karena saya berpendapat bahwa beberapa menit sebelum ujian adalah waktu yang cocok untuk pemantapan diri untuk saat terakhir. Saya duduk paling belakang dari depan meja guru di ruangan itu. Waktu yang diberikan adalah 120 menit, kecuali untuk mata pelajaran fisika dan matematika.
Ketegangan saat (mencoba) mengerjakan soal memang selalu ada, namun jika kita terlalu menganggap soal layaknya musuh yang tak dapat dimusnahkan itu juga kurang baik. Alangkah baiknya jika kita memiliki kiat-kiat khusus sebelum menghadapi soal yang akan kita hadapi sejak jauh hari. Saya pribadi memiliki cara-cara khusus dalam rangka persiapan sebelum menghadapi olimpiade.
Pertama, tumbuhkan rasa kemauan untuk menang dan rasa syukur karena tidak semua orang memiliki kesempatan menghadapi olimpiade. Hal ini dapat meningkatkan semangat dalam belajar hingga tidak mudah putus asa; Kedua, belajarlah dengan metode yang paling disukai dan paling efektif menurut diri masing-masing. Hal ini akan memudahkan kita menyerap ilmu yang sedang kita tekuni. Saya pribadi lebih senang belajar dengan cara membayangkan hal yang sedang kita pelajari (bayangkan prosesnya). Contoh: jika saya sedang belajar mengenai peredaran darah, maka saya akan membayangkan darah yang sedang mengalir di pembuluh darah menggunakan daya imajinasi saya; Ketiga, usahakan makan yang teratur dan bergizi. Ini berguna menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan nutrisi yang cukup; Keempat, yang tidak kalah pentingnya, berdo'a dan meminta dukungan dari orang-orang terdekat.
Selama 120 menit saya mengerjakan soal, ternyata saya menyadari hal yang dari awal sudah saya duga namun tidak saya hiraukan. Saya lebih fokus ke materi semester 1 hingga 5, namun saya menganggap sepele pada materi semester 6. Ternyata, soal lebih fokus ke materi semester 5 dan 6. Setelah waktu 120 menit berakhir, saya mulai menyiapkan hal-hal yang akan dijadikan bahan evaluasi setidaknya untuk diri saya sendiri jika tahun depan saya masih berkesempatan menjadi peserta olimpiade di bidang yang sama atau hanya berbagi kepada teman yang lain.
Sesaat setelah keluar dari ruangan, panitia memberikan sebungkus makanan. Tak lama, Teh Anis menghampiri saya dan menceritakan betapa sulitnya soal itu. Dia juga berpendapat bahwa soal yang diujikan lebih fokus ke materi semester 5 dan 6. Saya cuma bisa tertawa saja sambil meringankan beban yang sudah diemban selama 120 menit tadi.



Pasca Ujian Seleksi
Kami yang sudah menyelesaikan ujian berkumpul untuk makan bersama sambil membicarakan soal yang telah kami kerjakan. Kami berkumpul di sebuah ruang belajar yang tidak digunakan sebagai ruang ujian.

Dari perkumpulan itu juga saya mulai mengenal teman-teman yang ikut menjadi peserta olimpiade karena sebelumnya minim sekali kesempatan kami untuk bisa saling berinteraksi. Maklum, kami lebih dipacu untuk belajar, bukan ngobrol saat masa-masa "karantina". Saya juga bisa mengerti keluh kesah mereka dengan menjadi peserta olimpiade. Tugas sekolah yang terbengkalai, kurangnya interaksi dengan teman seperjuangan di sekolah, bahkan meninggalkan dunianya dulu untuk sementara (beberapa peserta olimpiade adalah ketua OSIS, ketua Ekskul, dan aktif di OSIS maupun ekskul). Saya sebenarnya juga anggota OSIS, tetapi karena bulan itu (April) tidak ada acara, maka tak ada alasan bagi saya untuk menolak kesempatan yang jarang terjadi ini.
Tak lama, teman kami yang lainpun ikut berkumpul bersama kami karena waktu ujian mereka baru selesai (peserta matematika dan fisika). Beberapa menit kemudian, terdengar kumandang adzan zuhur. Kami bergegas menuju masjid di SMA N 2 Cibinong, kecuali beberapa teman kami yang sedang halangan.
Setelah kami menunaikan sholat zuhur, kami kembali ke ruang yang sebelumnya kami gunakan untuk berkumpul. Sesampainya di sana, para guru pembimbing kami memberitahu bahwa hasil seleksi akan diumumkan pukul 16.00. Guru pembimbing kami memberikan dua pilihan, pulang bersama beberapa guru, atau menunggu pengumuman hasil ujian tadi bersama 2 orang guru.
Saya lebih memilih menunggu saja, agar saya bisa mengetahui secara langsung siapa yang akan lolos dari sekolah kami. Sayapun mau menunggu juga karena Oji juga menunggu dulu siapa yang akan lolos. Saya, Oji, 2 teman kami yang lain (peserta mata pelajaran fisika dan komputer), dan 2 guru pembimbing kami menunggu waktu pengumuman hasil ujian seleksi.
Tak berapa lama setelah guru dan teman-teman kami pulang ke Parung, hujan pun turun. Sambil menunggu, kami diperlihatkan beberapa pertunjukkan oleh siswa-siswi SMA N 2 Cibinong yang memang sengaja dipertunjukkan kepada para wakil dari tiap sekolah yang masih bertahan menunggu pengumuman seleksi. Pertunjukkan yang ditampilkan antara lain pembacaan puisi berjudul "Kata", drama boneka dengan bahasa Inggris, dan lain-lain.
Saya juga masih ingat, guru pembimbing kami pernah mengancam. Jika tidak ada siswa dari sekolah kami yang lolos ke tahap selanjutnya, maka semua peserta dari sekolah kami akan disuruh mengelilingi lapangan upacara di sekolah kami sebanyak 21 kali dengan cara melompat ala "vampir Cina". Untuk peserta yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya akan dibelikan voucher pulsa sebesar Rp. 50.000,-.
Dari perkataan guru saya itu, entah mengapa saya yakin sekali bahwa ada diantara kami yang akan lolos ke tahap selanjutnya. Entahlah, namun firasat itu kuat sekali.



Pengumuman Hasil Seleksi
Akhirnya, setelah sekian lama menunggu dengan ditemani hujan, datang juga waktu diumumkannya peserta yang lolos seleksi. Tiap bidang disebutkan, kemudian diikuti dengan nama juaranya. Bagi juara 1, 2, dan 3 akan mendapat hadiah uang serta diikutsertakan menjadi peserta olimpiade wakil dari kabupaten, untuk dilombakan lagi ke tingkat provinsi. Untuk juara 4, 5, dan 6 hanya akan mendapat hadiah uang (yang nominalnya tentu lebih kecil dari juara 1, 2, 3).
Dari sekolah kami yang lolos hanya pada 2 bidang/mata pelajaran saja, yaitu Kebumian (cabang dari pelajaran geografi) dan komputer. Dari kebumian, kedua teman saya menjadi juara. Walaupun hanya menyandang gelar juara 5 dan 6, tetapi kami sangat bangga. Selanjutnya untuk pelajaran komputer, ternyata teman sekelas saya sendiri yang lolos. Benar, dia Ilham Fauzi (Oji). Bahkan, dia menyandang gelar juara 2! Kami pun memberi selamat kepadanya.
Saya takjub dengan prestasinya ini. Saya akui memang dia adalah anak yang pintar dan sayapun sudah duga bahwa dia akan lolos ke tahap selanjutnya. Namun hal ini tidak membuat saya patah semangat, justru saya lebih terpacu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Untuk menghemat waktu karena hari esok kami masih belajar di sekolah, kami pun pulang menuju SMA N 1 Parung, sekolah kami.


Obrolan Saat Pulang
Dalam perjalanan pulang, kami mengisi waktu dengan berbincang sambil menghabiskan makanan ringan yang dibawa saat berangkat tadi, tapi tidak semua bisa kami makan karena beberapa makanan telah basi. Guru saya pun menekankan tentang hadiah yang telah dijanjikan, yaitu voucher pulsa Rp. 50.000. Kamipun juga sedikit bermain tebak-tebakkan sekedar menghibur hati kami yang kecewa, juga karena jalan sedikit macet karena jalur pulang kami melewati Stasiun Bojong Gede.
Kami tiba di sekolah pukul 18.30 WIB. Kami menunaikan sholat maghrib dahulu sebelum kami pulang ke rumah masing-masing. Setelah sholat maghrib, kami berpisah dan saling menyemangati dengan sedikit humor. Saya tiba di rumah sekitar pukul 19.30 WIB.

Hari itu takkan pernah bisa saya lupa, dan akan selalu saya ingat sebagai bahan motivasi dalam kehidupan saya.
Selengkapnya...